Minggu, 22 Desember 2013

ORIENTASIKAN TUJUANMU

0 comments

Visi tidak hanya berlaku untuk hal-hal yang berkaitan dengan tujuan atau harapan jangka panjang, tetapi juga untuk hal-hal yang berkenaan dengan tindakan sehari-hari. Begitu banyak orang yang hanya berorientasi pada aktivitas menyelesaikan pekerjaan, bukan pada tujuan akhir pekerjaan itu sendiri. Nah, kalau seperti itu kan hasilnya tidak akan efektif.
Jika orang sudah punya tujuan akhir dan keyakinan dalam benaknya, maka seribu jalan akan tercipta untuk mencapainya. Inilah yang disebut sikap berorientasi pada tujuan. Seperti yang dikatakan oleh Nero, Kaisar Romawi, “All roads lead to Roma!” (Seribu jalan menuju ke kota Roma).
Inilah kekuatan sebuah visi, yang dibutuhkan antara lain adalah kreativitas, pengorbanan dan keyakinan untuk mencapai tujuan tersebut. Selanjutnya Kaisar Nero mengatakan, “Rome is not built in one night!” (Kota Roma tidak dibangun hanya dalam satu malam). Maksudnya adalah semua akan terwujud melalui proses yang panjang dan kesabaran yang tidak ada batas.


Perintah Membaca Adalah yang Pertama

0 comments

Sejak diturunkannya wahyu Tuhan yang pertama kali, perintah yang pertama kali diterima oleh Nabi Muhammad adalah “Iqra!” yang artinya “Bacalah!”. Perintah untuk membaca adalah perintah langsung yang diturunkan oleh Allah SWT. Membaca adalah awal mula dari suatu perintah untuk mengenal dan berpikir tentang eksistensi diri serta Allah sebagai sang pencipta.

Yup, kalau perintah membaca sudah ada sejak tempo doloe, seharusnya kita semua rajin membaca. Ngerasa gak sih kalo kita ngomong sama orang rajin baca sama yang enggak itu beda? Pastinya kalo sama orang yang jarang baca "loadingnya" pasti lama atau “lola” karena mereka gak update dengan berita-berita dan info terkini. Beda banget pastinya sama orang yang rajin baca yang pasti bakal “ngeh” sama kemajuan.
Jadi teman-teman, gak ada ruginya buat ngisi waktu luang kita dengan membaca, entah itu membaca apapun yang penting worth it buat nambah pengetahuan kita. Disamping itu kalau kita rajin membaca otomatis kita akan terbiasa dan lama-lama kita bisa membaca cepat, nah teknik membaca cepat ini sering dibutuhin loh apalagi saat ngerjain ujian dengan waktu yang terbatas, jadi gak ada ruginya sama sekali kan membaca? ;) 

Well, here it some quotes about reading :)


Selasa, 05 November 2013

Biografi Sultan Muhammad Al- Fatih (سلطان محمد الفاتح) "Sang Penakluk"

0 comments

Sultan Muhammad II atau juga dikenal Sultan Muhammad Al- Fatih, beliau adalah Sultan yang memerintah di Dinasty Turky Utsmani. di juluki Al-Fatih (sang penakluk) karena telah menaklukkan konstantinopel beliau berkuasa sampai pada tahun 1481 M sebelum akhirnya mangkat. Kejayaan baginda Sultan Muhammad dalam kepemimpinannya membuat decak kagum  para musuhnya. Sebelum-sebelumnya Nabi Muhammad SAW sudah meramalkan akan ada seorang Raja Islam yang akan menaklukkan konstantinopel seperti yang disabdakan oleh Nabi SAW:

"Konstantinopel akan ditaklukan oleh tentara Islam. Rajanya (yang menaklukan) adalah sebaik-baik raja dan tentaranya (yang menaklukan) adalah sebaik-baik tentara."

Sultan Muhammad II dilahirkan di Edirin pada 30 Maret 1423 M yang mana pada waktu itu Edirin adalah pusat kota pemerintahan Dinasty Turki Utsmani. beliau adalah putra dari Sultan Murad II beliau hidup di masa setelahnya Sultan Salahuddin Al-Ayyubi (pahlawan perang Salib) 1137 -1193 M

Semenjak kecil, beliau telah mencermati usaha ayahnya untuk menaklukkan Konstantinopel. Bahkan beliau telah mengkaji usaha yang pernah dibuat sepanjang sejarah Islam untuk menaklukkan Konstantinopel, sehingga menimbulkan keinginan yang kuat baginya meneruskan cita-cita umat Islam. Ketika beliau naik tahta pada tahun 1451 M, dia telah mulai berpikir dan menyusun strategi untuk menawan kota bandar (kota/kota pelabuhan) tersebut. Kekuatan Sultan Muhammad Al-Fatih terletak pada ketinggian pribadinya. Sejak kecil, dia di didik secara intensif oleh para ulama' terkemuka di zamannya. Di zaman ayahnya, yaitu Sultan Murad II, Sultan Murad II telah menghantar beberapa orang ulama' untuk mengajar anaknya (Sultan Muhammad Al-Fatih), tetapi oleh Sultan Muhammad Al-Fatih menolaknya. Lalu, dia menghantar Asy-Syeikh Al-Kurani dan memberikan kuasa kepadanya untuk memukul Sultan Muhammad Al-Fatih jika beliau membantah perintah gurunya.


Waktu bertemu Sultan Muhammad dan menjelaskan tentang hak yang diberikan oleh Sultan Murad II (ayahnya) kepada Syeikh Muhammad bin Isma'il Al-Kurani, Sultan Muhammad tertawa. Dia lalu dipukul oleh Asy-Syeikh Al-Kurani. Peristiwa ini amat berkesan pada diri beliau lantas setelah itu dia terus menghafal Al-Qur'an dalam waktu yang singkat. Di samping itu, Murabbi Syeikh Ak Syamsuddin yang juga merupakan Murabbi dari Sultan Muhammad Al-Fatih. Dia mengajar Sultan Muhammad ilmu-ilmu agama seperti Al-Qur'an, hadits, fiqih, bahasa (Arab, Parsi dan Turki), matematika, falak, sejarah, ilmu peperangan dan sebagainya.

Syeikh Ak Syamsuddin lantas meyakinkan Sultan Muhammad bahwa dia adalah orang yang dimaksudkan oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam di dalam hadits penaklukan Kostantinopel. Ketika naik takhta, Sultan Muhammad segera menemui Syeikh Ak Syamsuddin untuk menyiapkan bala tentaranya untuk penaklukan Konstantinopel. Peperangan itu memakan waktu selama 54 hari. Persiapan pun dilakukan. Sultan berhasil menghimpun kira kira sebanyak 250,000 tentara. Para tentara lantas diberikan latihan dengan cara sungguh-sungguh dan selalu diingatkan akan pesan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam terkait pentingnya Konstantinopel bagi kejayaan Islam

Sultan Muhammad Al-Fatih pun melancarkan serangan besar-besaran ke benteng Bizantium di sana. Takbir "Allahu Akbar, Allahu Akbar" terus membahana di angkasa Konstantinopel seakan-akan meruntuhkan langit kota itu. Pada akhir-akhir perang 27 Mei 1453 dua hari sebelum kemenangannya 29 Mei, Sultan Muhammad Al-Fatih bersama tentaranya berusaha keras membersihkan diri di hadapan Allah Subhana Wa Ta'ala. Mereka memperbanyak salat, doa, dan dzikir. Hingga tepat jam 1 pagi siang hari Selasa 20 Jumadil Awal 857 H atau bertepatan dengan tanggal 29 Mei 1453 M, serangan utama dilancarkan. Para mujahidin diperintahkan supaya meninggikan suara takbir kalimah tauhid sambil menyerang kota. Tentara Utsmaniyyah akhirnya berhasil menembus kota Konstantinopel melalui Pintu Edirne dan mereka mengibarkan bendera Daulah Utsmaniyyah di puncak kota. Kesungguhan dan semangat juang yang tinggi di kalangan tentara Al-Fatih akhirnya berjaya mengantarkan cita-cita mereka.

Kehilangan Konstantinopel memberi tamparan hebat kepada kerajaan Kristian barat. Seruan Paus untuk melancarkan perang balas sebagai Perang Salib tidak hiraukan oleh raja-raja Eropa. Ini menyebabkan paus sendiri pergi untuk berperang tetapi kematian awal paus melenyapkan harapan serangan balas.

Muhammad al-Fatih mendapat sebuah kota yang agung walaupun dalam keadaan perselisihan kerana perang yang berlanjutan. Konstantinopel membolehkan bangsa Turki mengukuhkan kedudukan mereka di Eropa serta meluaskan wilayah mereka ke Balkan dan Mediterranean.


Pada waktu itu beliau (Sultan Muhammad Al- Fatih) menukar nama Konstantinopel menjadi Islambol (Islam keseluruhan). Kini nama tersebut telah ditukar oleh Mustafa Kamal Ataturk (Pemimpin Revolusi Turky) menjadi Istanbul. karena jasanya masjid Al-Fatih di dirikan di dekat makamnya.

kepribadian beliau sangat mencerminkan seorang pemimpin yang luar biasa dari segi salehnya dan keilmuannya yang tinggi.

Di ceritakan pada suatu hari timbul persoalan, ketika pasukan islam hendak melaksanakan shalat jum’at yang pertama kali di kota itu.“Siapakah yang layak menjadi imam shalat jum’at?” tak ada jawaban. Tak ada yang berani yang menawarkan diri, kemudian Muhammad Al Fatih tegak berdiri. Beliau meminta kepada seluruh rakyatnya untuk bangun berdiri. Kemudian beliau bertanya. “ Siapakah diantara kalian yang sejak remaja, sejak akhil baligh hingga hari ini pernah meninggalkan shalat wajib lima waktu, silakan duduk” tak seorangpun pasukan islam yang duduk. Semua tegak berdiri. Lalu Sultan Muhammad Al Fatih kembali bertanya: “ Siapa diantara kalian yang sejak baligh dahulu hingga hari ini pernah meninggalkan shalat sunah rawatib? Kalau ada yang pernah meninggalkan shalat sunah sekali saja silakan duduk”. Sebagian lainya segera duduk. Dengan mengedarkan pandangan matanya ke seluruh rakyat dan pasukanya, Muhammad Al Fatih kembali berseru lalu bertanya: “ Siapa diantara kalian yang sejak masa akhil baligh sampai hari ini pernah meninggalkan shalat tahajjud di kesunyian malam? Yang pernah meninggalkan atau kosong satu malam saja, silakan duduk” Semua yang hadir dengan cepat duduk” Hanya ada seorang saja yang tetap tegak berdiri. dialah, Sultan Muhammad Al Fatih.


Referensi:
-http://ms.wikipedia.org/wiki/Muhammad_al-Fatih
-http://id.wikipedia.org/wiki/Mehmed_II
-Muhammad Al-Fatih 1453, Felix Y. Siauw : jakarta; Al Fatih Press, 2013.
 

Blissful Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template